Membangun Kepedulian Pada Sesama

Mengapa  Harus Peduli?

Pertanyaan ini lebih bersifat personal, dalam arti sering kita tanyakan untuk “membela” diri sendiri – “mengapa kita harus peduli kepada orang lain?” Dan biasanya kita lanjutkan dengan beberapa alasan yang seolah-olah melepaskan kita dari tanggung jawab ini, misalnya :

  • “Orang lain saja tidak peduli kepada kita?!” – memandang kepedulian sebagai akibat atau bagian dari hubungan timbal balik. Kepedulian yang timbul di dalam diri orang yang berkomentar seperti ini adalah kepedulian karena orang lain telah melakukan terlebih dulu kepadanya.
  • “Orang lain yang lebih dekat saja tidak peduli, mengapa saya harus peduli?!” – kepedulian yang terbangun adalah karena kepedulian orang lain, bukan dari diri sendiri.
  • “Belum tentu dia mau dipedulikan oleh kita?!” – praduga yang bersifat membunuh kepedulian kita kepada orang lain, yang sebenarnya kita tahu persis cerita akhirnya, yakni tidak perlu peduli.
  • “Mengapa harus pedulikan orang lain, keluargaku sendiri saja tidak aku pedulikan?” – mengungkapkan jati diri manusia duniawi yang egois.
  • “Nggak ada waktu-lah! Buntutnya itu lho!” – tidak mau menerima resiko & kosekwensi dari sebuah kepedulian
  • Dan lain-lain

Tetapi sesungguhnya jawaban atas pertanyaan ini adalah : “YA memang kita harus peduli!” Karena :

  1. Alkitab Mengajarkan. Alkitab adalah bukti kepedulian Allah, IA mau agar manusia dapat mengenal diriNYA melalui pewahyuan yang diberikan-Nya secara khusus. Tanpa Allah menyatakan diri-Nya maka manusia tidak akan pernah sanggup mengenal Allah. Di samping itu, Alkitab juga mencatatkan kepedulian Allah yang tertinggi, yakni IA rela menjadi manusia, merasakan penderitaan manusia dan menyerahkan nyawa-Nya bagi manusia yang berdosa. Dan sekian banyak contoh lain yang diungkapkan dan dipakai-Nya agar manusia belajar peduli kepada sesamanya.
  2. Yesus Memberikan Keteladanan. Dalam masa pelayanan-Nya, Yesus adalah tokoh yang sangat peduli. IA peduli kepada siapa saja, mulai dari orang yang sakit sampai yang sehat, dari mereka yang terpelajar sampai yang sederhana, melingkupi berbagai lapisan masyarakat, baik Yahudi dan non Yahudi. Bila kita hidup untuk bertumbuh serupa Kristus, sudah seharusnya kita juga memiliki kepedulian Kristus bagi orang lain. Mari kita konkritkan salah satu tujuan hidup kita yakni bertumbuh serupa Kristus dengan cara ini.
  3. Panggilan Gereja di Tengah-2 Dunia. Tuhan tidak pernah bermaksud untuk untuk mendirikan gereja-NYA dan membuatnya asing bagi dunia. TUHAN tetap meletakkan gereja di tengah-2 dunia agar dunia dapat menyaksikan dan merasakan kasih dan kepedulian-Nya melalui gereja-Nya. TUHAN menuntut gereja-Nya untuk membuka hati bagi manusia yang berdosa agar dunia ini boleh menerima kasih Allah. Gereja adalah perwujudan kerajaan Allah di dunia, maka gereja harus menghadirkan suasana surga di tengah-tengah dunia, yakni KASIH dan kepedulian. Tanpa kasih dan kepedulian maka sebuah gereja tidak melaksanakan misi Allah bagi dunia.

Dunia yang berdosa sedang menunggu kepedulian anda, mereka bagaikan tanah kering yang merindukan datangnya hujan berkat yang TUHAN akan limpahkan melalui anda. Anda telah dipuaskan oleh kepedulian Allah yang menyelamatkan dan senantiasa memeliharakan. Maukah anda dipakai oleh Allah untuk memainkan peranan kepedulian-Nya bagi orang lain?

Mungkin ketika anda menyanyikan lagu ini, sungguh menguatkan & menghiburkan anda. Tetapi pernahkan anda berpikir bagaimana hal ini bisa terjadi dan menjadi nyata bagi orang lain? Dimanakah posisi anda?